Lokapalanews.id | Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai sumber inspirasi untuk melahirkan karya sastra yang bernilai. Pernyataan ini disampaikan dalam acara “Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan” di Tegal, Jawa Tengah, belum lama ini.
Menurut Fikri, semboyan kebahasaan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing” harus dimaknai secara utuh. “Bahasa daerah itu harus dirawat, dijadikan sumber inspirasi, agar melahirkan karya sastra bernilai,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguasaan bahasa asing juga penting. “Bahasa asing juga kudu digatekna. Setitik-setitik ngerti ora apa, ben nek ketemu wong asing ora tak-tuk-tak-tuk wae,” tambahnya dengan logat khas Tegal yang mengundang tawa.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku sering membeli buku-buku berbahasa Tegalan, seperti antologi puisi dan novel. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembalikan kesadaran masyarakat akan peran bahasa dan sastra sebagai penopang peradaban.
Acara ini dihadiri oleh seniman, guru, novelis, dan pemerhati sastra dari Tegal, Slawi, dan Kabupaten Tegal. Turut hadir Rektor Universitas Bhamada Slawi, Maufur, yang menjelaskan sejarah sastra Tegalan. Ia menyebut sastrawan Tegalan telah melahirkan empat aliran baru, seperti Wangsi dan Puisi Tegalerin.
Maufur menegaskan bahwa bahasa daerah adalah denyut nadi identitas. “Kegiatan ini ora mung nostalgia, tapi perlawanan halus supaya basa Tegal tetep urip,” katanya.*R103






