Lokapalanews.id | Mamuju – Pemerintah berencana mengembangkan Desa Tommo di Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai desa wisata unggulan. Hal ini terungkap setelah kunjungan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, yang menyoroti potensi unik desa ini sebagai perpaduan budaya Bali dan kearifan lokal.
Dalam kunjungan perdananya ke desa tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa berdialog langsung dengan masyarakat yang mayoritas keturunan transmigran dari Bali. Mereka menyampaikan berbagai usulan, mulai dari kebutuhan fasilitas keagamaan hingga pelatihan sumber daya manusia (SDM) pariwisata.
Puspa menekankan bahwa upacara keagamaan seperti pengerupukan yang menampilkan parade ogoh-ogoh dan ritual ngaben massal yang rutin digelar setiap tiga tahun sekali, bisa menjadi daya tarik utama. “Banyak orang datang ke Bali hanya untuk menyaksikan ngaben. Sekarang, masyarakat Sulawesi Barat dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh, cukup datang ke sini,” kata Puspa.
Lebih dari sekadar upacara, keunikan Desa Tommo terletak pada keberagaman etnisnya. Selain mayoritas etnis Bali, desa ini juga menjadi rumah bagi etnis Bugis, Mandar, Jawa, Sunda, dan Toraja. Perpaduan budaya ini memperkaya potensi wisata yang bisa dikemas menjadi paket-paket menarik.
Kementerian Pariwisata akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Mamuju untuk mengambil langkah konkret, termasuk pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Upaya ini sejalan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.
“Tidak ada satu daerah pun yang bisa maju jika dikerjakan sendirian. Perlu gotong royong dari masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat,” ujar Ni Luh Puspa.
Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, menyambut baik rencana ini. “Kami berharap kehadiran Wamenpar bisa mewujudkan kemajuan Desa Tommo sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat melalui sektor pariwisata,” kata Sitti. *R103






