--- / --- 00:00 WITA

Puan Minta Pemerintah Bijak Sikapi Kritik

Ketua DPR RI Puan Maharani.

Lokapalanews.id | Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pentingnya pemerintah bersikap bijak terhadap berbagai kritik dari masyarakat. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinetnya, Puan menegaskan bahwa kritik, termasuk yang disampaikan melalui meme dan simbol-simbol di media sosial, harus dianggap sebagai suara rakyat.

Dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI, Puan mencontohkan berbagai ekspresi kreatif yang mencerminkan keresahan masyarakat, seperti ‘kabur aja dulu’, ‘Indonesia Gelap’, hingga ‘negara Konoha’ dan ‘bendera One Piece’. Ia menyebut, ekspresi ini adalah cara generasi muda menyampaikan kegelisahan mereka dengan bahasa yang relevan.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Kritik tidak boleh menjadi bara yang membakar persaudaraan, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi jalan kita bersama,” ujar Puan. Ia menekankan, di balik setiap kritik ada pesan, keresahan, dan harapan dari rakyat yang harus didengar.

Pernyataan Puan ini mendapat apresiasi dari pengamat komunikasi politik Ari Junaedi. Menurutnya, pidato Puan mencerminkan pemahaman mendalam terhadap cara masyarakat, khususnya anak muda, mengekspresikan keresahan sosial. Ari juga menyoroti respons represif yang kerap ditunjukkan aparat terhadap kritik publik.

“Jika pemerintah masih mengedepankan langkah represif, artinya pemerintah gagal menangkap keresahan yang tumbuh di kalangan muda,” kata Ari. Ia berharap, pernyataan Puan dapat menjadi koreksi moral bagi pemerintah agar lebih terbuka dan tidak hanya melihat realitas dari data statistik yang optimistis. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Prabowo Kumpulkan Menteri di Kertanegara, Fokus MBG dan Pangan