--- / --- 00:00 WITA

Prabowo Targetkan Hapus Defisit APBN di 2028, Beberkan 8 Prioritas Anggaran 2026

Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Jumat (15/8/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Jumat (15/8/2025).

Lokapalanews.id | Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menghapus defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) paling lambat pada tahun 2028. Hal ini ia sampaikan saat memaparkan Rancangan APBN (RAPBN) 2026 yang fokus pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan pertahanan.

Dalam pidatonya di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025), Prabowo menjelaskan bahwa RAPBN 2026 dirancang sebagai instrumen untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera di tengah dinamika global.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Prabowo membeberkan delapan agenda prioritas yang akan menjadi fokus utama RAPBN 2026:

  • Ketahanan Pangan: Alokasi Rp164,4 triliun untuk mencapai swasembada beras dan jagung, termasuk subsidi pupuk dan penguatan cadangan pangan.
  • Ketahanan Energi: Dukungan fiskal Rp402,4 triliun untuk mempercepat transisi energi terbarukan.
  • Makan Bergizi Gratis: Anggaran Rp335 triliun untuk 82,9 juta siswa, ibu hamil, dan balita, sekaligus memberdayakan UMKM dan petani.
  • Pendidikan Berkualitas: Anggaran terbesar sepanjang sejarah, Rp757,8 triliun, untuk meningkatkan kualitas guru, pendidikan vokasi, dan beasiswa.
  • Kesehatan Berkualitas: Anggaran Rp244 triliun untuk memperluas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menurunkan stunting, dan revitalisasi fasilitas kesehatan.
  • Penguatan Ekonomi Rakyat: Pembentukan 80 ribu koperasi desa “Merah Putih” untuk memberantas rentenir dan mempercepat kemandirian ekonomi.
  • Pertahanan Rakyat Semesta: Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan penguatan komponen cadangan.
  • Percepatan Investasi dan Perdagangan Global: Proyek hilirisasi, penyelesaian perundingan dagang, serta pembangunan 770 ribu rumah rakyat.

Terkait dengan target penghapusan defisit, Prabowo menekankan perlunya efisiensi, optimalisasi pendapatan, dan penekanan segala bentuk pemborosan.

“Kita harus berani menghilangkan kebocoran. Negara kita makmur, kalau diatur dengan baik, semua akan menikmati,” tegas Prabowo. *R101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *