--- / --- 00:00 WITA

Kunci Ekonomi Restoratif Ada di Tangan Perempuan, Ini Alasannya!

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.

Lokapalanews.id | Jakarta – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengungkapkan bahwa perempuan memegang peranan krusial dalam mewujudkan ekonomi restoratif yang berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa model ekonomi linear yang selama ini diterapkan telah terbukti tidak ramah lingkungan dan membuat perempuan menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perempuan adalah kunci untuk mengatasi triple planetary crisis yang mencakup krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Veronica Tan menjelaskan, ekonomi restoratif merupakan paradigma baru yang lebih adil dan berkelanjutan. Paradigma ini tak hanya berfokus pada perbaikan ekosistem, melainkan juga mengubah cara pandang terhadap sumber daya dan hubungan manusia dengan alam. Ia menyebut, perempuan memiliki peran strategis karena mereka mengelola 80% kebutuhan rumah tangga dan memiliki pengaruh signifikan dalam keputusan konsumsi yang berdampak pada lingkungan dan ekonomi keluarga.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Namun, Wamen PPPA juga mengakui adanya berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan, seperti rendahnya akses ke layanan keuangan formal, kesenjangan literasi digital, serta beban ganda yang harus dipikul. Ia menyebut, perempuan bertanggung jawab atas sektor domestik tiga kali lebih besar dibanding laki-laki, yang membatasi waktu dan mobilitas mereka untuk mengembangkan usaha berkelanjutan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian PPPA telah mengambil langkah konkret, di antaranya melalui pengembangan Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim (RAN GPI). Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim. Selain itu, Kementerian PPPA juga aktif memberikan pelatihan kewirausahaan berkelanjutan, memperluas akses pembiayaan mikro, serta mendukung sertifikasi produk ramah lingkungan.

Veronica Tan menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan perlu bersinergi untuk menciptakan ekosistem yang inklusif. “Dengan memberdayakan perempuan, kita memperkuat setengah populasi dunia untuk menjadi penggerak utama perubahan menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. *R103

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *