Lokapalanews.id | Denpasar – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyoroti peran strategis perguruan tinggi seni dalam menghadapi era digital. Saat bertemu dengan jajaran pimpinan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, ia menegaskan pentingnya transformasi pendidikan seni untuk meningkatkan daya saing global.
Menurut Wamen Fauzan, perguruan tinggi seni tak bisa hanya mengandalkan tradisi. Inovasi tata kelola, kurikulum, dan kolaborasi menjadi kunci agar lulusan mampu bersaing di panggung global. “Perguruan tinggi seni harus mampu memadukan kekuatan tradisi dan potensi teknologi,” ujarnya di Denpasar, Selasa (12/8).
Ia mengajak seluruh pihak, dari pemerintah hingga pelaku industri kreatif, untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi ini. Visi tersebut sejalan dengan perhatian besar Presiden Prabowo dan Menteri Brian terhadap diplomasi seni dan budaya Indonesia.
Rektor ISI Denpasar, I Wayan Adnyana, menyambut baik arahan tersebut. Pihaknya sedang fokus pada penguatan kolaborasi, termasuk program internasional dengan Polandia. “Kami ingin karya mahasiswa dan dosen tidak hanya dipamerkan di ruang lokal, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan seni dunia,” tegas Adnyana.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan kontribusi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp1.300 triliun terhadap PDB nasional, dengan seni dan kriya sebagai subsektor penting. Transformasi digital menjadi peluang besar untuk menyebarkan warisan budaya ke audiens global, menjadikan langkah ISI Denpasar sangat relevan. *R104






