Lokapalanews.id | Denpasar – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mempercepat pengoperasian 80.081 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih yang sudah memiliki badan hukum. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan, langkah ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi dan mewujudkan keadilan ekonomi bagi masyarakat.
Budi Arie mengatakan, setelah berhasil membentuk puluhan ribu koperasi, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan koperasi-koperasi tersebut dapat beroperasi dan memberikan manfaat langsung. “Fungsi Kopdes Merah Putih adalah untuk menjaga dan menekan inflasi. Ini juga untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa agar koperasi menjadi soko guru perekonomian,” kata Budi Arie saat meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tegal Harum di Denpasar.
Ia menjelaskan, kehadiran koperasi ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi panjang sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau. Kemenkop UKM menargetkan 19 komoditas penting tersedia di koperasi desa dengan harga yang lebih murah.
Meskipun masih dalam tahap awal, sekitar seratus koperasi telah beroperasi sebagai percontohan. Budi Arie mengakui adanya beberapa tantangan seperti sumber daya manusia, akses teknologi, dan regulasi yang perlu disesuaikan. Namun, ia optimistis seluruh koperasi di Bali dapat beroperasi optimal akhir tahun ini.
Sebagai contoh model, Koperasi Desa Tegal Harum di Denpasar melayani sekitar 13.000 warga dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan produk lokal. Menurut Budi Arie, model bisnis ini tidak bertujuan untuk bersaing dengan pasar, melainkan untuk menciptakan keadilan ekonomi. “Ini milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegasnya. *R103






