Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Kebudayaan, yang kini dipimpin Fadli Zon, tengah gencar memperkuat diplomasi budaya. Langkah strategis terbaru terjalin saat Menteri Kebudayaan menerima kunjungan kehormatan delegasi Belarus di Museum Nasional Indonesia. Pertemuan ini tidak hanya membahas pembaruan kerja sama bilateral, tetapi juga menegaskan peran vital budaya sebagai kekuatan pemersatu di tengah dinamika global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut hangat delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenkov. Ia menekankan bahwa Indonesia, dengan kekayaan tradisinya, memiliki potensi besar untuk kolaborasi budaya yang saling menguntungkan. Fadli Zon juga menyebut Kementerian Kebudayaan yang baru dibentuk akan mendorong diplomasi budaya yang lebih progresif dan terbuka.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti pembaruan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kebudayaan yang telah disepakati pada 2015. Fadli Zon berharap dokumen pembaruan tersebut dapat ditandatangani saat kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia akhir tahun ini, sekaligus diiringi dengan acara budaya bersama sebagai simbol penguatan kemitraan.
Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenkov, mengapresiasi sambutan Indonesia. Menurutnya, pendekatan praktis dan keterlibatan langsung masyarakat (people-to-people) menjadi kunci penting dalam membangun kerja sama ini. Ia juga menyatakan ketertarikan Belarus untuk menjajaki kolaborasi budaya lebih lanjut dengan Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Fadli Zon mengusulkan gagasan “Days of Cinema” atau “Days of Culture” yang dapat diselenggarakan secara resiprokal di kedua negara. Gagasan ini terinspirasi dari kesuksesan Indonesian Cinema Day di Minsk tahun 2021. Acara tersebut diharapkan bisa menjadi platform untuk memperkenalkan film, seni, kuliner, dan warisan budaya lainnya.
Di akhir pertemuan, Menteri Fadli Zon juga secara resmi mengundang delegasi kebudayaan Belarus untuk hadir di CHANDI Summit yang akan berlangsung di Bali pada 3-5 September. “Kami percaya diplomasi budaya melampaui kepentingan geopolitik, ia menyentuh sisi kemanusiaan dan menjadi kekuatan pemersatu global,” tutupnya. Kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diplomasi budaya dunia. *R104






