--- / --- 00:00 WITA

Perekonomian Kuat di 5,12%, Prabowo Pacu Pertumbuhan Semester II

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat menyampaikan bahwa salah satu prioritas utama adalah mempermudah perizinan usaha. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang menggunakan metode fiktif positif untuk mempercepat proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Lokapalanews.id | Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kokoh di angka 5,12% pada kuartal II-2025 menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menggenjot capaian di semester kedua. Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya langkah strategis untuk mempertahankan momentum ini dan memperkuat daya saing bangsa.

Arahan Presiden tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berfokus pada berbagai strategi ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat menyampaikan bahwa salah satu prioritas utama adalah mempermudah perizinan usaha. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang menggunakan metode fiktif positif untuk mempercepat proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Untuk memacu pertumbuhan lebih lanjut, pemerintah berfokus pada penguatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Selain itu, investasi dan ekspor juga akan didorong secara optimal, terutama melalui pengembangan kawasan-kawasan ekonomi strategis.

Di sektor riil, pemerintah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai pendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program kredit ini dirancang untuk mendorong konsumsi dan menargetkan kontraktor UMKM. Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar juga diperpanjang hingga akhir 2025.

Pemerintah juga berupaya mengakselerasi produksi di sektor padat karya serta menyiapkan berbagai program stimulus menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Optimisme juga terlihat pada target investasi 2025 sebesar Rp1.900 triliun, yang diyakini akan tercapai mengingat realisasi positif di semester pertama.

Dalam upaya meningkatkan daya saing, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sektor pariwisata. Presiden meminta agar akses ke pelabuhan dan bandara di destinasi wisata dipermudah. Selain itu, keberlanjutan penyelenggaraan acara internasional seperti MotoGP Mandalika dan F1 Powerboat Danau Toba akan terus didorong untuk menggerakkan ekonomi daerah. *R101

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *