Lokapalanews.id | Jakarta – Pakar teknologi Asia Tenggara dan Oseania menguji lini ponsel lipat terbaru Samsung Galaxy Z8 Series di pasar global sejak Selasa (8/9/2026). Pengujian ketat ini menyoroti perombakan masif pada aspek kapasitas baterai, bobot bodi, hingga peningkatan performa optik kamera profesional
Pengalaman pengembangan selama delapan generasi mematangkan posisi Samsung sebagai penguasa pasar. Stephen Fenech dari Tech Guide Australia menilai riset yang konsisten memperkokoh dominasi pabrikan asal Korea Selatan tersebut dalam kategori perangkat lipat modern.
Varian tertinggi, Galaxy Z Fold8 Ultra, menggebrak pasar dengan kapasitas baterai 5.000 mAh yang ditenagai sistem pengisian daya cepat 45W. Dedy Irvan dari Jagat Review Indonesia memuji penyematan engsel dual rail yang memberikan sensasi mekanik kian kokoh, mudah dibuka, serta mengunci sempurna saat terbuka penuh.
Sektor visual diperkuat sensor kamera utama beresolusi 200 MP. Du Lam dari Vietnamnet mengungkapkan kombinasi perekaman video resolusi 8K dan fitur Cine LUT menghadirkan standar kreasi konten profesional kelas atas langsung dari genggaman. Huy Duc dari VnExpress menambahkan bahwa crease atau lipatan layar kini nyaris tak kasat mata di dalam bodi yang jauh lebih tipis.
Beralih ke model standar, Galaxy Z Fold8 dinobatkan sebagai varian Z Fold paling ringan yang pernah diproduksi. Robb Report Malaysia menjulukinya sebagai salah satu ponsel dengan bentuk paling unik dan revolusioner di pasaran saat ini.
Rodneil Quiteles dari GadgetMatch Filipina menyatakan perangkat ini dirancang secara intuitif mengikuti kebiasaan mobilitas harian pengguna. Tump Yung asal Thailand menegaskan gawai tersebut menciptakan titik keseimbangan ideal antara produktivitas kerja kantoran dan hiburan multimedia.
Layar utama mengadopsi rasio 4:3 yang imersif. Si Jia dari Geek Culture Singapura menyebut proporsi tersebut memaksimalkan pengalaman visual bagi para penikmat konten digital. Kapasitas baterai 4.800 mAh turut disematkan untuk menjamin daya tahan operasional berbasis kecerdasan buatan tetap berjalan panjang.
Sementara itu, Galaxy Z Flip8 mendobrak batasan desain ringkas lewat rekor ketipisan baru. Amy Maizuraa dari Amanz Malaysia mencatat bobot perangkat menyusut drastis menjadi hanya 180 gram dengan profil ketebalan bodi mencapai 6,1 mm.
Dave McLeod dari Tarmac Life Selandia Baru menyimpulkan bahwa trio perangkat ini mampu mengakomodasi preferensi pengguna yang beragam. Mulai dari kebutuhan multitasking berat hingga gaya hidup dinamis yang praktis.
Pabrikan menggelar periode penjualan perdana pada 1 sampai 15 September 2026. Konsumen mendapatkan fasilitas gratis proteksi layar satu tahun, Google AI Pro senilai Rp1,8 juta, serta cashback hingga Rp4,5 juta untuk lini Fold. Program trade-in dari seri sebelumnya turut disiapkan dengan skema cicilan bunga nol persen melalui bank mitra terpilih. *R107






