--- / --- 00:00 WITA

Kurangi Gawai, Permainan Tradisional Perkuat Karakter Anak

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan keterangan dalam Festival Generasi Berani Exploring di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan permainan tradisional dan aktivitas fisik menjadi strategi penting untuk melindungi anak dari dampak negatif ruang digital di Cibis Park, Jakarta, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Di tengah tingginya paparan gawai, anak-anak dinilai perlu lebih banyak memperoleh pengalaman nyata dibanding menghabiskan waktu di depan layar.

Pesan tersebut disampaikan Meutya dalam Festival Generasi Berani Exploring yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan itu mendorong pola pengasuhan yang sehat di era digital sekaligus memperkuat karakter anak melalui budaya lokal dengan mengusung kampanye mengurangi waktu layar dan memperbanyak pengalaman langsung.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Meutya mengibaratkan ruang digital seperti kolam renang penuh tantangan yang tidak boleh dimasuki anak tanpa pendampingan orang tua. Berdasarkan data, rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktu sekitar enam jam setiap hari di internet, sedangkan durasi penggunaan internet untuk orang dewasa mencapai delapan jam.

Pemerintah sendiri telah memperkuat regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas. Regulasi tersebut membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap platform digital berisiko tinggi guna menjamin keselamatan mereka di ruang digital. *R106

👁️ 3.609 pembaca
Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Clarks Rilis Pace: Sepatu Khusus Jalan Kaki, Diklaim Lebih Nyaman dari Sepatu Lari