--- / --- 00:00 WITA

Dies Natalis Ke-17 UNRIYO: Integrasi AI, IoT, dan Seni Tradisi dalam Fragment Tari Topeng

Tim Kesenian dari Program Studi Informatika UNRIYO mementaskan Fragment Tari Topeng "Respati Nindya Loka" yang mengintegrasikan teknologi tata cahaya berbasis IoT dalam peringatan Dies Natalis ke-17 di Yogyakarta.

Lokapalanews.id | Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berkomitmen pada pelestarian budaya nusantara. Hal tersebut tercermin dalam pementasan Fragment Tari Topeng Pajegan/Borongan berjudul “Respati Nindya Loka (Respati Menuju Puncak Cahaya)” yang digelar pada Jumat, 19 Desember 2025, di Aula Kampus II UNRIYO, Jalan Raya Tajem, Yogyakarta.

Pentas seni ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-17 UNRIYO, yang mengusung semangat integrasi antara kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan seni pertunjukan tradisional Bali. Melalui pendekatan akademis dan kreatif, UNRIYO menghadirkan sebuah model kolaborasi lintas disiplin yang memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Fragment Tari Topeng “Respati Nindya Loka” dibawakan oleh Tim Kesenian AI Program Studi Informatika yang mewakili Fakultas Sains dan Teknologi UNRIYO. Pementasan ini mengangkat narasi simbolik tentang perjalanan institusi pendidikan dalam menapaki puncak pencapaian melalui semangat perjuangan, produktivitas karya, dan pengabdian berkelanjutan.

Ketua Program Studi Informatika UNRIYO, R. Nurhadi Wijaya, selaku pimpinan kelompok pementasan, menjelaskan bahwa pertunjukan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga media refleksi akademik. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi seperti AI dan IoT tidak hanya relevan di ruang laboratorium, tetapi juga dapat diimplementasikan secara kreatif dalam seni dan budaya,” ujarnya.

Pementasan ini disutradarai oleh I Wayan Ordiyasa yang juga tampil sebagai penari utama. Alur cerita diperkuat oleh narasi yang dibawakan Marselina Endah Hiswati, dalang bondres Ahmad Sahal, pengisi suara Patih Respati Mada: Hamzah yang juga merupakan dosen Prodi Informatika, suara tokoh Arsa Wijaya dalam wajah Topeng Respati Manis diisi R. Nurhadi Wijaya, serta tata musik oleh Putra Wanda. Unsur inovasi teknologi tampak pada tata cahaya berbasis IoT yang dikendalikan secara digital melalui HP oleh M. Diqi, memungkinkan pengaturan pencahayaan panggung secara adaptif sesuai dinamika adegan.

Baca juga:  Irma Suryani Minta RSUP Ngoerah Jaga Transparansi Layanan

Tokoh-tokoh dalam fragment ini merepresentasikan nilai-nilai fundamental UNRIYO. Patih Respati Mada melambangkan semangat dan daya juang, Arsa Wijaya mencerminkan kepemimpinan dan karya institusional, sementara tokoh Profesor Tua UNRIYO menjadi simbol pengabdian dan kebijaksanaan akademik lintas generasi.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-17 UNRIYO, Sri Hasta Mulyani, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa pementasan seni ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-17 Universitas Respati Yogyakarta yang jatuh pada hari Senin, 22 Desember 2025. Dalam pementasan Potensi Seni, staf dosen dan tendik serta karyawan menampilkan beraneka ragam bentuk seni seperti musik, tarian, dan lain-lain. Sebelumnya, UNRIYO telah menyelenggarakan berbagai lomba olahraga. Sebagai puncak peringatan Dies Natalis pada Senin, 22 Desember 2025, yaitu Sidang Senat Terbuka UNRIYO, syukuran doa bersama seluruh pegawai dan perwakilan organisasi mahasiswa UNRIYO.

Rangkaian acara Dies Natalis akan berlangsung sampai bulan Maret 2026 dengan agenda Fun Walk & Run, bazar, cek kesehatan gratis, donor darah yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2026, table top desa wisata binaan UNRIYO, lomba esport, COD, dan karya ilmiah antar pelajar SMA/sederajat serta lomba olahraga antar mahasiswa UNRIYO.

Melalui pementasan “Respati Nindya Loka”, UNRIYO menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk merawat budaya, membangun karakter, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Sinergi antara AI, IoT, dan seni tradisi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia. *R101

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."