Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar tembus rantai pasok global lewat kemitraan industri besar dan pembiayaan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memicu transformasi usaha rakyat menuju industri hijau.
Pemerintah menegaskan kemitraan strategis menjadi kunci penting bagi IKM untuk naik kelas.
“Bagi IKM, kemitraan dengan perusahaan besar tidak hanya membuka peluang pemasaran, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menunjukkan kualitas produk,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Sinergi konkret diwujudkan lewat kerja sama dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR. DIY Indonesia) sejak 18 Mei 2026. Kolaborasi ini mencakup pertukaran data, promosi, hingga bimbingan teknis.
Sebagai turunan kerja sama, Ditjen IKMA menggelar pelatihan manajemen keuangan dan kesiapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di Jakarta pada 8 Oktober 2026 bersama MR. DIY Indonesia dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Agenda ini menyiapkan IKM menghadapi standar ramah lingkungan pasar modern.
Prinsip hijau diterapkan bertahap dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga transparansi tata kelola. Upaya ini merujuk pada UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menegaskan, Program Pemberdayaan IKM Hijau dirancang agar praktis diterapkan di lapangan sekaligus mencetak IKM percontohan nasional. *R102






