--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Strategi OJK Perkuat Ketahanan Finansial Nasional

Pjs Ketua Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan tiga kebijakan prioritas OJK tahun 2026 dalam acara PTIJK di Jakarta.

Lokapalanews.id | Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tiga arah kebijakan prioritas pada tahun 2026 guna menjaga resiliensi sektor jasa keuangan sekaligus menyokong program strategis pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan sektor keuangan tetap stabil di tengah tantangan ekonomi global yang diproyeksikan masih stagnan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tiga pilar utama kebijakan tersebut meliputi penguatan ketahanan industri, pengembangan ekosistem yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan berkelanjutan. Fokus ini bertujuan mengoptimalkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,39 persen.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Kondisi fundamental perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan saat ini sangat solid. Ini menjadi modalitas penting untuk kelanjutan kita ke depan,” ujar Friderica dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dalam pilar penguatan ketahanan, OJK mewajibkan pemenuhan modal minimum bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) serta memperkuat infrastruktur pengawasan berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Selain itu, OJK bersama para pemangku kepentingan berkomitmen melakukan reformasi integritas pasar modal melalui delapan rencana aksi, termasuk peningkatan ambang batas free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Terkait dukungan program pemerintah, OJK telah memfasilitasi pembiayaan awal sebesar Rp149 triliun untuk pembangunan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga Desember 2025. Sektor keuangan juga menyalurkan dana sebesar Rp1,02 triliun untuk mendukung ekosistem program Makan Bergizi Gratis melalui 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam pertemuan tersebut memberikan apresiasi atas sinergi ini. Ia menekankan bahwa masa depan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada sektor keuangan yang kredibel. Pemerintah optimis stabilitas ini dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Baca juga:  Kapolri: Pemerintah Perkuat Diplomasi dan Kemandirian Ekonomi

OJK memproyeksikan tren positif akan berlanjut sepanjang 2026 dengan target pertumbuhan kredit perbankan di angka 10-12 persen. Sementara itu, di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan mencapai Rp250 triliun. Guna melindungi konsumen, OJK bersama Satgas PASTI juga memperkuat operasional Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk memberantas aktivitas keuangan ilegal. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."