--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Kemitraan Kemenperin-IKEA Pacu Penjualan IKM Hampir Rp1 Miliar

Salah satu gerai Teras Indonesia di IKEA yang menampilkan produk-produk unggulan IKM binaan Kementerian Perindustrian sebagai upaya memperluas akses pasar domestik dan global.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui kolaborasi strategis dengan PT Rumah Mebel Nusantara atau IKEA Indonesia. Lewat program bertajuk “Teras Indonesia”, kerja sama ini berhasil mendongkrak akses pasar produk lokal hingga mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp936,99 juta sepanjang tahun 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kemitraan nyata untuk mengangkat branding produk lokal ke dalam ekosistem pasar yang lebih luas. Program ini memberikan kesempatan bagi IKM yang lolos kurasi untuk menjadi tenant di berbagai gerai ritel furnitur global tersebut.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

“Teras Indonesia adalah kerja sama kemitraan strategis yang sangat diminati. Capaian ini membanggakan karena kami terbuka terhadap kolaborasi yang mengangkat jenama lokal masuk ke pasar industri global,” ujar Menperin dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Implementasi program ini bermula dari Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada Desember 2024, yang kemudian aktif berjalan sejak Maret 2025. Tercatat sebanyak 118 IKM telah lolos kurasi, dengan 98 di antaranya sudah mengisi ruang pamer di tujuh cabang IKEA yang tersebar di Alam Sutera, Sentul City, Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Bali.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menjelaskan bahwa skema kerja sama ini sangat menguntungkan pelaku usaha karena bersifat nirlaba bagi pihak ritel. IKEA tidak mengenakan potongan pendapatan atau biaya sewa booth, sehingga seluruh hasil penjualan 100 persen menjadi hak pelaku IKM.

“IKM menyiapkan tenaga penjualan secara mandiri dan mendapatkan seluruh hasil transaksi. Selain fasilitas lapak, mereka juga dibekali pelatihan agar kualitas tampilan produk semakin menarik minat konsumen,” kata Reni.

Baca juga:  DPR Ragukan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Tanpa Terobosan Moneter

Berdasarkan data laporan transaksi 2025, kontribusi penjualan terbesar berasal dari gerai IKEA Alam Sutera. Selain dampak ekonomi langsung, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tata letak produk (visual merchandising), pengemasan, hingga teknik bercerita (storytelling) untuk meningkatkan nilai jual jenama.

Memasuki tahun 2026, Kemenperin memastikan program Teras Indonesia akan terus berlanjut. Proses kurasi saat ini tengah berlangsung untuk menjaring peserta baru yang akan dibagi dalam beberapa gelombang setiap triwulan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan merata bagi lebih banyak IKM untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor di masa depan. *R102

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."