--- / --- 00:00 WITA

Delapan Desa Wisata Unggulan Penjaga Tradisi

Suasana asri dan rumah tradisional di Desa Penglipuran, salah satu desa wisata yang mempertahankan kelestarian adat dan lingkungan.

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Pariwisata RI memetakan delapan desa wisata unggulan yang dinilai berhasil mengintegrasikan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi lokal. Destinasi ini menawarkan pengalaman otentik bagi wisatawan untuk berinteraksi langsung dengan kearifan lokal, mulai dari sistem adat hingga praktik ekonomi kreatif.

Data Kementerian Pariwisata pada Kamis (15/1/2026) menunjukkan bahwa desa wisata kini menjadi pilar penting dalam memperkenalkan wajah asli Indonesia kepada dunia melalui aktivitas sehari-hari masyarakat seperti bertani, menenun, dan konservasi alam.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Keunikan Adat di Bali hingga Banten

Di Pulau Bali, Desa Penglipuran tetap menjadi rujukan nasional untuk tata ruang desa adat yang bersih dan ramah lingkungan. Selain kebun bambu yang luas, desa ini mempertahankan sistem hukum adat yang kuat. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, Desa Wae Rebo menawarkan pengalaman menetap di rumah adat Mbaru Niang yang berada di atas ketinggian, di mana wisatawan mengikuti ritme hidup warga dalam bercocok tanam.

Untuk wilayah Banten, Suku Baduy konsisten menerapkan filosofi hidup sederhana yang menghargai alam dengan menjauhkan diri dari modernisasi. Pengunjung diajak menyusuri hutan melalui jalur setapak dan berdialog langsung mengenai prinsip menjaga keseimbangan ekosistem.

Pusat Ekonomi Kreatif dan Konservasi

Beberapa desa wisata juga tercatat sukses mengembangkan sektor ekonomi spesifik. Desa Nglanggeran dan Desa Wukirsari di Yogyakarta, misalnya, masing-masing dikenal sebagai pusat produksi kakao dan sentra batik tulis nasional. Wisatawan di Wukirsari dapat belajar teknik membatik langsung dari pengrajin di Kampung Giriloyo.

Di ujung timur Pulau Jawa, Desa Tamansari di Banyuwangi mengembangkan konsep hunian homestay berbasis rumah warga di lereng Gunung Ijen. Desa ini mengintegrasikan wisata edukasi kopi dengan upaya konservasi alam di sekitar kawasan kawah Ijen.

Baca juga:  Kemenpar Gelar WIA 2025, Apresiasi Insan Pariwisata Berdampak

Perlindungan Digital untuk UMKM Perempuan

Sejalan dengan perkembangan desa wisata, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya keamanan ekosistem digital untuk mendukung pelaku UMKM dan womenpreneur di perdesaan. Berdasarkan data evaluasi sektor digital, masih banyak pelaku usaha perempuan yang ragu beralih ke ranah daring karena kekhawatiran terhadap penipuan siber.

“Ketika ekosistemnya lebih sehat, saya yakin lebih banyak perempuan yang bisa lebih percaya diri untuk masuk ke dunia digital,” ujar Meutya dalam acara She-Connects di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pemerintah terus memperkuat regulasi pelindungan di ruang digital, termasuk kebijakan perlindungan anak, untuk menekan praktik negatif seperti judi online dan penipuan. Meutya menilai ruang digital yang bersih akan memberikan tempat lebih luas bagi UMKM untuk tumbuh secara sehat. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."