Lokapalanews.id | Bandung – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendesak perguruan tinggi untuk memperkuat transformasi pendidikan dan mengakselerasi pembangunan nasional melalui sains, teknologi, dan inovasi. Penegasan ini disampaikan dalam pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDGB-PTNBH) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (21/11).
Dalam pertemuan yang mengusung tema “Transformasi Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan” tersebut, Menteri Brian menekankan peran krusial perguruan tinggi sebagai motor reindustrialisasi nasional. Reindustrialisasi bertujuan menghasilkan inovasi bernilai strategis demi mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
“Kita butuh reindustrialisasi. Kita butuh bangkitnya industri-industri kita, majunya industri-industri kita. Pelopor dari semua itu adalah perguruan tinggi,” ujar Menteri Brian.
Mendiktisaintek menyoroti pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai kebutuhan mendesak dalam ekosistem pendidikan tinggi. Adopsi AI telah memberikan percepatan signifikan pada riset, pembelajaran, dan penciptaan inovasi, terutama dalam knowledge management dan riset material.
Kendati demikian, Menteri Brian mengingatkan agar adopsi AI dilakukan secara kritis, sehingga tidak menurunkan kemampuan analitis mahasiswa. Ia mencontohkan, soal evaluasi perlu dirancang untuk mendorong kemampuan bertanya, berpikir kreatif, dan higher-order thinking skills, meniru praktik di kampus-kampus unggulan dunia.
“AI memang sangat powerful. Tetapi untuk orang-orang yang tidak mengerti dengan AI, dia akan terjebak dan dikendalikan AI. Sehingga dia tidak mampu berpikir kritis, berpikir analitis, dan tidak berkembang,” jelasnya.
Menutup arahannya, Menteri Brian mendorong setiap perguruan tinggi untuk memahami dan mengimplementasikan praktik dasar pemanfaatan AI secara optimal serta saling berbagi pengalaman pengembangan AI (sharing best practices) antar kampus. *R104






