Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan serapan rumah subsidi telah mencapai 221.000 unit hingga saat ini. Angka tersebut setara dengan 63,14 persen dari total alokasi tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 350.000 unit. Maruarar menilai capaian ini sebagai hasil sinergi kuat seluruh pelaku ekosistem perumahan nasional.
“Semua ini berkat dukungan pengembang, perbankan, dan Tapera. Ekosistem perumahan harus kompak. Terus bekerja semangat mengejar target hingga akhir tahun,” tegas Menteri Maruarar di Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Maruarar secara khusus menyampaikan apresiasi atas peran nyata para pengembang rumah subsidi. Didampingi Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah, ia menekankan bahwa pertumbuhan Apersi tidak hanya tercermin dari peningkatan jumlah anggota, tetapi juga dari perbaikan kualitas bangunan.
“Selamat HUT Apersi yang ke-27 tahun. Ini usia yang cukup dewasa. Saya doakan Apersi menjadi pengembang yang bertanggung jawab dan maju,” ujar Menteri Maruarar. Ia menambahkan bahwa pengembang adalah fondasi sekaligus motor penggerak bagi keberhasilan program perumahan rakyat.
Menutup pernyataannya, Menteri PKP tersebut menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam pembangunan rumah subsidi. “Pengembang adalah jembatan antara negara dan rakyat dalam merealisasikan anggaran untuk membantu masyarakat kecil. Kepercayaan nomor satu, kepuasan pelanggan nomor satu,” pesannya.
Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP. Ia memastikan Apersi siap memperkuat sinergi dan meningkatkan standar pembangunan demi mendukung percepatan capaian rumah subsidi.
“Kami berterima kasih kepada Menteri PKP Maruarar Sirait yang terus memberi ruang kolaborasi. APERSI akan menjaga amanah ini dan terus bekerja membantu pemerintah memenuhi kebutuhan rumah rakyat,” kata Junaidi. *R103






