--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Kemenperin Gandeng Global Cetak Talenta Digital Lewat Hackathon 5G-AI

Kegiatan Hackathon 2025 yang diselenggarakan oleh Kemenperin melalui PIDI 4.0 berkolaborasi dengan Ericsson dan Qualcomm di Jakarta, pada 12-13 November 2025. Kegiatan ini bertujuan mencetak talenta digital Indonesia yang menguasai teknologi 5G dan Artificial Intelligence (AI).

Lokapalanews.id | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ketahanan industri nasional melalui percepatan transformasi digital. Sejak inisiatif Making Indonesia 4.0 diluncurkan pada 2018, pemerintah fokus mendorong sektor industri mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi industri 4.0. “Keberhasilan implementasi industri 4.0 tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kematangan proses bisnis,” ujar Menperin di Jakarta, Sabtu (15/11).

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Untuk mengakselerasi digitalisasi, Kemenperin mengembangkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) sebagai standar pengukuran, serta membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).

Salah satu bentuk akselerasi adalah kolaborasi PIDI 4.0 dengan perusahaan global, yakni Ericsson (Swedia) dan Qualcomm (Amerika Serikat), serta Kementerian Komunikasi dan Digital. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Hackathon 2025 bertema “Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI.”

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menekankan pentingnya Hackathon ini untuk menciptakan SDM yang mampu tidak hanya menggunakan, tetapi juga menciptakan teknologi. “Kuncinya adalah transformasi teknologi, penguatan inovasi, dan digitalisasi manufaktur,” tegasnya.

Tantangan yang diangkat dalam Hackathon tahun ini berfokus pada sektor otomotif, alat kesehatan, serta makanan dan minuman. Para peserta ditantang menciptakan prototipe berbasis teknologi 5G dan Artificial Intelligence (AI).

Kepala Pusdiklat SDM Industri Sidik Herman menambahkan, Hackathon berfungsi sebagai laboratorium inovasi untuk menjawab pain points industri dengan fokus pada AI generatif, 5G, IoT, robotics, dan edge computing.

Baca juga:  Pagar Industri Lebih Awet Pakai Kawat Loket Galvanis? Ini Faktanya

Kemenperin optimistis kolaborasi ini akan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem inovasi nasional, mendorong lahirnya solusi industri masa depan yang tangguh, efisien, dan berdaya saing global. *R104

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."