--- / --- 00:00 WITA
Ekbis  

Menunggu Gaji Naik untuk Investasi? Jangan!

Alasan "menunggu gaji naik" atau "utang lunas" sebelum memulai investasi adalah jebakan yang bisa merugikan masa depan keuangan.

Lokapalanews.id | Alasan “menunggu gaji naik” atau “utang lunas” sebelum memulai investasi adalah jebakan yang bisa merugikan masa depan keuangan. Kenyataannya, kondisi ideal itu seringkali tak pernah datang. Padahal, waktu adalah aset paling berharga dalam investasi, bahkan mengalahkan jumlah uang yang disetor. Semakin cepat memulai, semakin besar keuntungan yang bisa didapat dari kekuatan bunga majemuk.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah ilustrasi sederhana: Rina yang memulai investasi Rp500 ribu per bulan di usia 25 tahun, memiliki hasil pensiun yang jauh lebih besar daripada Doni yang baru memulai Rp1 juta per bulan di usia 35 tahun. Doni kalah karena ia kehilangan 10 tahun berharga, yang seharusnya bisa dimanfaatkan uangnya untuk “beranak pinak.” Menunggu hanya akan mengorbankan potensi keuntungan besar.

Eksplorasi Konten Baca Tulisan Mendalam & Cerita Pilihan Kami

Selain itu, seiring dengan kenaikan gaji, gaya hidup pun cenderung ikut naik, sehingga sulit untuk menyisihkan dana lebih. Mengandalkan kondisi “sempurna” sebelum berinvestasi ibarat mengejar fatamorgana—terlihat dekat, tapi semakin dikejar semakin menjauh.

Solusinya, mulailah dari nominal kecil yang bisa disisihkan secara konsisten. Pisahkan dana darurat, terapkan prinsip 50/30/20, dan pilih instrumen investasi yang sederhana dan berisiko rendah seperti deposito. Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Deposito WOW dari Bank Neo Commerce, yang bisa dimulai dari Rp100 ribu dan diawasi oleh OJK.

Investasi bukan soal siap atau tidak, tapi soal seberapa cepat Anda mulai mengambil langkah. *R106

Lokapalanews.id "Penjaga informasi di tengah bisingnya disinformasi. Kami berdiri untuk kebenaran yang terverifikasi."
Baca juga:  Nvidia Pilih Johor, Pemerintah Bentuk Satgas Reformasi Investasi