Lokapalanews.id | Jakarta – Menghadapi dinamika ekonomi global, pemerintah mendorong kolaborasi erat dengan dunia usaha. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Airlangga, kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif. “Kami terbuka untuk usulan-usulan terhadap kebijakan yang bisa membuat penciptaan lapangan kerja dan membuat masyarakat punya kesempatan,” kata Airlangga.
Dalam pertemuan tersebut, ia memaparkan berbagai program pemerintah untuk memperkuat sektor riil, termasuk revitalisasi industri padat karya, stimulus pariwisata, dukungan perumahan rakyat, program makan bergizi gratis, hingga perluasan akses pembiayaan untuk UMKM dan petani.
Pemerintah juga mengusulkan program magang industri selama 6 bulan bagi lulusan baru. Selain itu, pengembangan sektor pariwisata didorong seiring pembukaan bandara internasional baru. Transformasi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan, juga diproyeksikan akan menyerap banyak tenaga kerja.
“Digitalisasi, termasuk AI, itu akan memperkerjakan tenaga kerja yang banyak,” ujar Airlangga.
Ia juga menyoroti percepatan Proyek Strategis Nasional, seperti pembangunan Giant Sea Wall. Proyek ini akan dilaksanakan bertahap dan menawarkan kerja sama dengan negara mitra seperti Tiongkok, Korea, Jepang, hingga negara-negara Eropa.
Di tingkat global, Indonesia memperkuat posisinya melalui berbagai upaya. Airlangga menyebut IEU-CEPA akan ditandatangani pada 23 September 2025 dan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat akan dilanjutkan. Ia juga menyinggung kemenangan Indonesia di WTO dalam sengketa biodiesel dan nikel sebagai bukti perjuangan kepentingan nasional.
Airlangga menegaskan, keberhasilan semua kebijakan ini hanya bisa terwujud melalui kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. *R102






