Lokapalanews.id | Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan perlambatan pertumbuhan, Sribu, platform freelancer ternama di Indonesia, hadir sebagai solusi strategis bagi para pelaku usaha. Dengan mengusung sistem kerja berbasis proyek, Sribu menawarkan cara untuk berkembang pesat tanpa harus mengambil risiko besar, seperti mempekerjakan karyawan tetap di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 hanya mencapai 4,87 persen, yang merupakan titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Perlambatan ini juga ditandai dengan melambatnya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dalam enam bulan pertama tahun 2025, lebih dari 42.000 pekerja terkena PHK, naik 32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Bisnis tahu harus jalan, tapi takut salah langkah,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO & Founder Sribu.
Sribu.com mengusung model kerja berbasis proyek yang melibatkan lebih dari 60.000 talenta lokal terkurasi. Model ini memungkinkan bisnis melakukan transformasi digital secara fleksibel, efisien, dan minim risiko, tanpa harus terhambat oleh biaya awal yang besar dan ketidakpastian hasil.
Sribu menyediakan tiga layanan utama:
- Kontes Desain: Memberikan beragam pilihan dari berbagai freelancer lokal.
- Jasa Freelancer: Menjadi marketplace jasa daring siap pakai.
- JobPost: Membantu rekrutmen sesuai kebutuhan spesifik.
Selama 14 tahun terakhir, Sribu telah membantu lebih dari 50.000 bisnis di seluruh Indonesia, termasuk Tridaya Travel yang berhasil memperluas usahanya dari satu menjadi 30 cabang berkat layanan Sribu.
Dampak Positif bagi Pengusaha dan Freelancer
Sistem Sribu tak hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga para freelancer. Khafid, seorang freelancer dari Pasuruan, berhasil meraih lebih dari Rp150 juta dari berbagai proyek di Sribu sepanjang tahun 2025.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan tidak harus berisiko. Dengan sistem kerja berbasis proyek dan jaringan freelancer lokal, kami ingin menciptakan ekosistem kerja yang menguntungkan semua pihak,” tegas Ryan. *R103






