Lokapalanews.id | Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi dukungan dari Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, untuk program 3 Juta Rumah. Sinergi ini diyakini akan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (8/8), Maruarar Sirait menyebut bahwa dukungan BI sangat penting untuk menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Terima kasih Pak Gubernur sudah mendukung sektor perumahan dengan berbagai kebijakan,” ujarnya.
Maruarar menambahkan, data menunjukkan bahwa pembangunan perumahan memiliki efek domino yang positif, memicu sektor industri terkait dan menciptakan banyak lapangan kerja. “Hingga saat ini, pembangunan rumah subsidi masih menunjukkan tren positif. Program 3 Juta Rumah memerlukan sinergi dari berbagai pihak, termasuk BI,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, Bank Indonesia mendukung penuh program perumahan rakyat melalui dua cara utama. Pertama, BI memberikan insentif likuiditas sebesar Rp 80 triliun kepada perbankan yang menyalurkan kredit perumahan. Kedua, BI juga ikut mendanai program khusus perumahan rakyat.
“Selama setahun ini, kami sudah membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pemerintah sebesar Rp 155 triliun. Sekitar Rp 45 triliun di antaranya disalurkan oleh Menteri Keuangan untuk pendanaan perumahan rakyat,” ungkap Perry.
Perry menegaskan, sektor perumahan rakyat menjadi prioritas bagi BI karena tiga alasan. Pertama, program ini menyejahterakan masyarakat dengan menyediakan rumah. Kedua, sektor ini mendukung pertumbuhan ekonomi. Ketiga, pembangunan perumahan menciptakan banyak lapangan kerja, terutama di sektor konstruksi dan industri pendukung seperti pasir, bata, semen, dan besi.
“Sinergi ini akan terus kami perkuat agar dukungan BI untuk program Asta Cita pemerintah, khususnya perumahan rakyat, semakin efektif dan bisa terus menyejahterakan rakyat,” pungkas Perry. *R104






